Saturday, 6 August 2016

Manfaat Samba di Dunia Kerja

Kadang orang berpikir samba adalah jenis tarian dari Brazil. Benar juga sih, tapi yang dimaksud samba disini yang berkaitan dengan komputer, terutama dengan GNU/ Linux.

Sebenarnya saya sudah lama berkenalan dengan samba, namun di tahun 2015 saya jadi lebih intens lagi mengenalnya. Dulu yang saya tahu, samba berfungsi untuk file sharing antara sistem operasi GNU/ Linux dengan Windows. Namun setelah ulik lebih dalam, ternyata fungsinya ya untuk file sharing antar sistem operasi hehehe... :) (ini menurut saya lho ya).

Menurut wikipedia, Samba adalah program yang bersifat open source yang menyediakan layanan berbagi berkas (file service) dan berbagi alat pencetak (print service), resolusi nama NetBIOS, dan pengumuman layanan (NetBIOS service announcement/browsing). Ternyata tidak sesederhana yang saya ketahui hehehe.

Dulu, di tempat saya bekerja, komputer (sebagai server data) dengan sistem operasi Windows 7 Ultimate, mampu menangani pertukaran data dengan jumlah komputer kurang dari 20. Organisasi semakin berkembang, mau tak mau, juga diikuti dengan bertambahnya jumlah komputer. Nah, masalah muncul setelah jumlah komputer lebih dari 20. Ternyata sistem operasi Windows 7 Ultimate tidak bisa melayani jika jumlah user lebih dari 20. What??????

Saya bingung, bagaimana solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Tiba-tiba, eureka, saya mendapatkan ide. Saya akan menggunakan sistem operasi GNU/ Linux yaitu Debian 8 dengan aplikasi utama yakni Samba. Masalah yang kedua adalah hardware, mana ada PC yang nganggur di kantor saya?

Setelah saya cari, alhamdulillah, ketemu PC bekas yang masih jalan. Ok ngga papa, yang penting masih bisa running. Memorinya hanya 1 GB. Setelah mencari kemana-kemana, alhamdulillah ketemu 1 GB lagi, jadi totalnya 2 GB. Untuk harddisk, semula hanya ada satu dengan kapasitas 40 GB. Mosok segitu tok? Saya cari lagi bekasan harddisk, alhamdulillah ketemu 80 GB.

Jadi total kapasitas (calon) server data adalah 120 GB dengan peruntukan 40 GB untuk sistem ( / ) dan 80 GB untuk partisi /home. Doa saya, moga-moga komputer tersebut bisa nyala dan tahan lama. Ok hardware siap, saatnya diuji coba. Saya instal Debian 8 ke komputer tersebut dengan Desktop Environment-nya XFCE. Alasannya, ya supaya lebih ringan aja bro.

Proses instalasi lancar, langsung dilanjut dengan instal aplikasi yang dibutuhkan yakni Samba, ssh server, Clamav dan Rkhunter. Samba, jelaslah, untuk file server. Ssh (secure shell) digunakan untuk me-remote server dari jarak jauh. Lokasi server di lantai 2 sedangkan kantor saya di lantai 3, jika harus jalan kaki bolak-balik, tambah kurus ane gan :)

Untuk keamanan data dari serangan virus dan rootkit, saya gunakan Clamav dan Rkhunter. Clamav sebagai anti virus dan Rkhunter sebagai anti rootkit. Setelah aplikasi-aplikasi tersebut diinstal, langkah selanjutnya yakni menyiapkan folder-folder yang akan menampung data-data karyawan. Folder-folder tersebut ada yang bersifat anonymous dan ada yang bersifat secure.

Folder yang bersifat anonymous digunakan untuk semua karyawan, tanpa kecuali. Sedangkan folder yang bersifat secure digunakan untuk menyimpan data-data yang bersifat rahasia dan tidak semua orang bisa mengaksesnya. Setelah folder-folder siap, langkah selanjutnya yakni membuat map network drive di komputer-komputer yang terhubung dengan server data.

Ok, kita coba, bismillah. Saya coba 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, sampai berbulan-bulan (saya lupa berapa pastinya hehehe :) ), alhamdulillah server data tidak menemui kendala yang berarti. Perawatannya, paling setiap hari harus kita update sistem operasinya (Debian 8), update Clamav-nya dan update Rkhunter-nya.

Setiap hari, setiap pukul 00.00 WIB, Clamav secara otomatis men-scan folder home untuk mencari apakah ada virus yang menyerang server data. Demikian juga dengan Rkhunter, setiap pagi, saya secara manual juga mengecek apakah ada rootkit yang menyerang server data.

O ya sodara-sodara, jangan lupakan backup karena kita tidak pernah tahu kapan kita butuhkan. Yang jelas, setiap hari sabtu, saya sempatkan untuk mem-backup data di server data dengan perintah tar dan saya compress dengan format gz. Usahakan data backup di lokasi selain server ya (yang gede kapasitasnya).

Kesimpulannya, ternyata samba bisa juga dimanfaatkan di dunia kerja ya. Meskipun dengan hardware yang minimal, namun dapat bekerja secara optimal sampai berbulan-bulan. Bahkan kita bisa berhemat anggaran, pembelian sistem operasi Debian 8 Rp 0,00; pembelian flashdisk jadi berkurang karena semua data yang kita butuhkan untuk bekerja ada server data dan semua komputer di kantor terhubung dengannya. Yang penting harus selalu dirawat dan backup, backup, backup karena kita tidak tahu kapan bencana melanda kita. Dengan Samba dan Debian 8, kita bisa membuat server data yang murah, legal dan halal.

Salam GNU/ Linux...

Noviar Bagus Sulistyanto aka Gusnov

No comments:

Post a Comment