Monday, 19 September 2016

Libreoffice 5.2 di Slackware 14.2; siapa takut???

Assamualaikum wr wb

Awalnya aku hanya ingin mengetik di Slackware 14.2. Setelah saya telusuri, ternyata tidak ada Libreoffice, yang ada hanya Calligra. Sebenarnya sih sama aja, tapi saya kok tetep sreg dengan Libreoffice ya. Bismillah, aku niatkan untuk menginstal Libreoffice 5.2 di Slackware 14.2.

Pertama, saya mencari di Google dengan keyword : "tutorial how to install libreoffice on slackware". Secara muncul hasilnya, gantian saya yang bingung, ngga mudeng wkwkwkw. Ok sekarang saya coba ganti keyword-nya dengan bahasa indonesia, yakni "cara instal libreoffice di slackware".

Di halaman hasil telah muncul beberapa hasil, dan menurut saya, yang mudah dipahami adalah blog catatan mas biru langit. Bahasanya runut, sistematis dan mudah dicerna. Ok kita coba bersama-sama.
  1. Unduh installer aplikasi Libreoffice terbaru disini ya. Pastikan sesuai dengan arsitektur komputer/ notebook anda (x86 untuk 32 bit dan x64 untuk 64 bit). Jangan lupa, cari yang berekstensi rpm ya. Pastikan anda tahu letak file tersebut (kalau saya di /home/noviar/Downloads)
  2. Buka terminal/ Konsole, kemudian masuk sebagai root dengan perintah su. Tanda yang semula $ akan berubah menjadi #. Masuk ke direktori tempat anda meletakkan file tersebut dan periksa dengan perintah ls.
  3. Ekstrak file libreoffice dengan perintah # tar -xzvf LibreOffice_5.2.1_Linux_x86_rpm.tar.gz. Opsi x artinya mengekstrak file dari arsip. Opsi z artinya  untuk mengekstrak file arsip tar.gz. Opsi v artinya melihat progress dari file yang diekstrak. Opsi f artinya nama dari file. 
  4. Setelah diekstrak, akan muncul direktori dengan nama LibreOffice_5.2.1.2_Linux_x86_rpm. Masuk ke direktori tersebut dengan perintah cd LibreOffice_5.2.1.2_Linux_x86_rpm. 
  5. Di direktori tersebut, terdapat 2 buah folder dan 1 buah file. Foldernya yakni readmes dan RPMS. Sedang file hanya satu, yaitu install.
  6. Kita masuk ke direktori RPMS, kemudian kita akan mengubah semua rpm menjadi tgz dengan perintah : # rpm2tgz *.rpm. Setelah proses konversi selesai, pastikan semua file *.rpm mempunyai kembaran *.tgz.
  7. Sekarang kita instal paket-paket tgz tersebut diatas dengan perintah : #  installpkg *.tgz. Tunggu beberapa saat sampai proses instalasi selesai. 
  8. Langkah terakhir, kita cek apakah sudah muncul di kde > Applications > Office. Jika ya, berarti selamat... Anda telah berhasil menginstal Libreoffice 5.2 di Slackware 14.2.
Simpulannya, ternyata Libreoffice 5.2 bisa diinstal di Slackware 14.2 meskipun membutuhkan proses mengubah rpm menjadi tgz dan menginstalnya.

Wassalamualaikum wr wb

Referensi :
  • https://if-unsika-10190.blogspot.co.id/2012/11/cara-install-libre-office-di-slackware.html?showComment=1474260156780#c7502805028276227553
  • http://cubnetwork.com/menguasai-tar-command-di-linux/


Thursday, 15 September 2016

Memasang Printer IP2770 di Debian GNU/ Linux Jessie

Assalamualaikum wr wbKali ini saya akan men-sharing tutorial tentang cara menginstal printer Canon IP 2770 di Debian Jessie. Ok, langkah pertama yakni siapkan printernya dan pastikan printer dalam kondisi normal. Setelah itu, kita cari driver Canon IP 2770 yang khusus untuk Debian Jessie. Kata kunci yang saya gunakan untuk mencarinya di Google, "download driver canon ip2770 for debian". Situs web yang saya gunakan adalah http://support-sg.canon-asia.com/contents/SG/EN/0100272002.html. Kemudian unduh dan paket siap diinstal. Sebelum diinstal, ekstrak dahulu dengan Engrampa Archieve Manager (atau program apapun yang anda sukai) dan letakkan di tempat yang anda inginkan. Kalau saya di /home/noviar/Documents. 

 Saya mencoba menginstal via Command Line Interface (CLI). Masuk sebagai root dengan perintah su. Setelah itu masuk ke folder tempat anda menyimpan hasil ekstrak. Kalau saya masuk ke direktori /home/noviar/Documents/cnijfilter-ip2700series-3.30-1-i386-deb.Dengan perintah ls kita bisa melihat isi dari folder tersebut, yakni install.sh; direktori packages dan resources. Kita masuk ke direktori packages. Disitu terdapat 2 file dengan ekstensi deb. Kita coba menginstalnya dengan perintah : dpkg -i *.deb. Ternyata tidak berhasil diinstal di sistem saya karena libtiff4 belum diinstal. Hemmm...

Ok, dengan semangat never give, saya langsung bertanya kepada mbah Google, dimana letak file tersebut. Oleh mbah Google ditunjukkan di : https://packages.debian.org/search?keywords=libtiff4. Saya mencoba mencari yang sesuai dengan Debian 8 Jessie, ternyata tidak ketemu. Akhirnya saya mencoba menggunakan file di : https://packages.debian.org/wheezy/libtiff4, daripada tidak sama sekali hehehe :) File tersebut, setelah diunduh, saya letakkan di folder Downloads. Masuk ke direktori tersebut dan instal dpkg -i libtiff4_3.9.6-11+deb7u1_i386.deb. Dan apa yang terjadi, sodara-sodara? Masih ada file yang belum terinstal, yakni libjpeg8. Saya cari lagi dan alhamdulillah ketemu di https://packages.debian.org/wheezy/libjpeg8. Seperti biasa, saya letakkan di folder Downloads dan saya instal dengan perintah dpkg -i libjpeg8_8d-1+deb7u1_i386.deb. Alhamdulillah berhasil.

Karena libjpeg8 sudah terinstal, sekarang kita coba menginstal libtiff4 dengan perintah dpkg -i libtiff4_3.9.6-11+deb7u1_i386.deb dan hasilnya... berhasil. Sekarang tinggal paket utama, yang di direktori /home/noviar/Documents/cnijfilter-ip2700series-3.30-1-i386-deb/packages. Kita masuk ke direktori tersebut dan menginstal dengan paket-paket tersebut dengan perintah : dpkg -i *.deb. Hasilnya seperti yang kita harapkan, berhasil.Yeiiiyyyyy. Ok langkah terakhir kita tinggal memeriksa apakah printer sudah muncul di Print Settings. Setelah masuk, alhamduillah printer Canon IP 2770 series sudah muncul secara otomatis di Print Settings. Kita coba yuk dengan mencetak print test page. Alhamdulillah, its work.

Saturday, 6 August 2016

Manfaat Samba di Dunia Kerja

Kadang orang berpikir samba adalah jenis tarian dari Brazil. Benar juga sih, tapi yang dimaksud samba disini yang berkaitan dengan komputer, terutama dengan GNU/ Linux.

Sebenarnya saya sudah lama berkenalan dengan samba, namun di tahun 2015 saya jadi lebih intens lagi mengenalnya. Dulu yang saya tahu, samba berfungsi untuk file sharing antara sistem operasi GNU/ Linux dengan Windows. Namun setelah ulik lebih dalam, ternyata fungsinya ya untuk file sharing antar sistem operasi hehehe... :) (ini menurut saya lho ya).

Menurut wikipedia, Samba adalah program yang bersifat open source yang menyediakan layanan berbagi berkas (file service) dan berbagi alat pencetak (print service), resolusi nama NetBIOS, dan pengumuman layanan (NetBIOS service announcement/browsing). Ternyata tidak sesederhana yang saya ketahui hehehe.

Dulu, di tempat saya bekerja, komputer (sebagai server data) dengan sistem operasi Windows 7 Ultimate, mampu menangani pertukaran data dengan jumlah komputer kurang dari 20. Organisasi semakin berkembang, mau tak mau, juga diikuti dengan bertambahnya jumlah komputer. Nah, masalah muncul setelah jumlah komputer lebih dari 20. Ternyata sistem operasi Windows 7 Ultimate tidak bisa melayani jika jumlah user lebih dari 20. What??????

Saya bingung, bagaimana solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Tiba-tiba, eureka, saya mendapatkan ide. Saya akan menggunakan sistem operasi GNU/ Linux yaitu Debian 8 dengan aplikasi utama yakni Samba. Masalah yang kedua adalah hardware, mana ada PC yang nganggur di kantor saya?

Setelah saya cari, alhamdulillah, ketemu PC bekas yang masih jalan. Ok ngga papa, yang penting masih bisa running. Memorinya hanya 1 GB. Setelah mencari kemana-kemana, alhamdulillah ketemu 1 GB lagi, jadi totalnya 2 GB. Untuk harddisk, semula hanya ada satu dengan kapasitas 40 GB. Mosok segitu tok? Saya cari lagi bekasan harddisk, alhamdulillah ketemu 80 GB.

Jadi total kapasitas (calon) server data adalah 120 GB dengan peruntukan 40 GB untuk sistem ( / ) dan 80 GB untuk partisi /home. Doa saya, moga-moga komputer tersebut bisa nyala dan tahan lama. Ok hardware siap, saatnya diuji coba. Saya instal Debian 8 ke komputer tersebut dengan Desktop Environment-nya XFCE. Alasannya, ya supaya lebih ringan aja bro.

Proses instalasi lancar, langsung dilanjut dengan instal aplikasi yang dibutuhkan yakni Samba, ssh server, Clamav dan Rkhunter. Samba, jelaslah, untuk file server. Ssh (secure shell) digunakan untuk me-remote server dari jarak jauh. Lokasi server di lantai 2 sedangkan kantor saya di lantai 3, jika harus jalan kaki bolak-balik, tambah kurus ane gan :)

Untuk keamanan data dari serangan virus dan rootkit, saya gunakan Clamav dan Rkhunter. Clamav sebagai anti virus dan Rkhunter sebagai anti rootkit. Setelah aplikasi-aplikasi tersebut diinstal, langkah selanjutnya yakni menyiapkan folder-folder yang akan menampung data-data karyawan. Folder-folder tersebut ada yang bersifat anonymous dan ada yang bersifat secure.

Folder yang bersifat anonymous digunakan untuk semua karyawan, tanpa kecuali. Sedangkan folder yang bersifat secure digunakan untuk menyimpan data-data yang bersifat rahasia dan tidak semua orang bisa mengaksesnya. Setelah folder-folder siap, langkah selanjutnya yakni membuat map network drive di komputer-komputer yang terhubung dengan server data.

Ok, kita coba, bismillah. Saya coba 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, sampai berbulan-bulan (saya lupa berapa pastinya hehehe :) ), alhamdulillah server data tidak menemui kendala yang berarti. Perawatannya, paling setiap hari harus kita update sistem operasinya (Debian 8), update Clamav-nya dan update Rkhunter-nya.

Setiap hari, setiap pukul 00.00 WIB, Clamav secara otomatis men-scan folder home untuk mencari apakah ada virus yang menyerang server data. Demikian juga dengan Rkhunter, setiap pagi, saya secara manual juga mengecek apakah ada rootkit yang menyerang server data.

O ya sodara-sodara, jangan lupakan backup karena kita tidak pernah tahu kapan kita butuhkan. Yang jelas, setiap hari sabtu, saya sempatkan untuk mem-backup data di server data dengan perintah tar dan saya compress dengan format gz. Usahakan data backup di lokasi selain server ya (yang gede kapasitasnya).

Kesimpulannya, ternyata samba bisa juga dimanfaatkan di dunia kerja ya. Meskipun dengan hardware yang minimal, namun dapat bekerja secara optimal sampai berbulan-bulan. Bahkan kita bisa berhemat anggaran, pembelian sistem operasi Debian 8 Rp 0,00; pembelian flashdisk jadi berkurang karena semua data yang kita butuhkan untuk bekerja ada server data dan semua komputer di kantor terhubung dengannya. Yang penting harus selalu dirawat dan backup, backup, backup karena kita tidak tahu kapan bencana melanda kita. Dengan Samba dan Debian 8, kita bisa membuat server data yang murah, legal dan halal.

Salam GNU/ Linux...

Noviar Bagus Sulistyanto aka Gusnov

Tuesday, 17 December 2013

Tutorial Koneksi Modem Huawei E173 di Kubuntu 12.04

Assalamualaikum wr wb

Tadi malam (16-12-2013), saya baru saja mengganti opensuse 12.3 menjadi Kubuntu 12.04. Setelah update yang melelahkan sampai jam 02.30 WIB, pagi ini saya mencoba melakukan koneksi modem E173.


Saya mencoba menyetingnya di KDE Control Module. Ternyata untuk tab Mobile Broadband belum bisa digunakan. Karena dulu saya sudah pernah mengalaminya di linux mint, maka saya mencoba menerapkannya di kubuntu.

Monday, 4 November 2013

Error clamav


Assalamualaikum wr wb

Pada saat mengupdate clamav, dibawahnya terdapat peringatan WARNING: Clamd was NOT notified: Can't connect to clamd through /var/run/clamav/clamd-socket connect(): No such file or directory. Weleh-weleh... ada apa lagi ini.

Saturday, 2 November 2013

Cara Instal Printer IP1880 di Opensuse 12.3

Assalamualaikum wr wb

Dua hari yang lalu, ada printer di kantor yang sedang saya observasi kenapa sering nge-blink. Setelah jadi, iseng-iseng saya mencoba bagaimana mencetak dengan printer IP1880 di Opensuse 12.3.

Langkah pertama, saya mencoba menggunakan Yast-Printer. Di field Specify the connection, biasanya printer akan terdetek. Namun di field Find & Assign a Driver , tidak ada driver printer IP1880 secara default.

Thursday, 31 October 2013

Cara Instal VLC player di Opensuse 12.3

Sebenarnya di Opensuse terdapat Kaffein player, namun pada saat saya akan melihat video dengan format mkv tidak bisa. Akhirnya saya mencoba menginstal VLC player.

Setelah browsing, saya menemukan sebuah artikel cara menginstalnya di http://www.videolan.org/vlc/download-suse.html. Disitu terdapat tiga cara dalam menginstal vlc.