Showing posts with label Debian 8 Jessie. Show all posts
Showing posts with label Debian 8 Jessie. Show all posts

Wednesday, 1 November 2017

Reinstall Apache2

Pernah menjumpai localhost berubah jadi aneh? Hal ini terjadi karena dalam satu komputer, saya sering menginstal dan menguninstall aplikasi berbasis web di Debian 8. Akibatnya localhost tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Akhirnya saya putuskan untuk me-remove apache dan menginstallnya lagi. Setelah saya mencari di mesin pencari Google, saya dapatkan tutorial disini. Disitu saya mencoba :

# apt-get remove --purge apache2 apache2-utils
Perintah ini berfungsi untuk menghapus semua file konfigurasi dan direktori apache2 secara lengkap.  
# apt-get install apache2
Perintah ini berfungsi untuk menginstal apache2

Setelah selesai, localhost akan menampilkan halaman sebagaimana mestinya.


Referensi :
  • https://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1001780

Thursday, 5 October 2017

Tempat Sampah di Samba


Pagi ini, saya mendapat komplain dari user bahwa data yang tersimpan di dataterpusat hilang. Dia mengatakan sudah mencarinya dan belum ketemu. Dia minta tolong kepada saya untuk mencarikannya.

Hemmm... masalah baru lagi nih. Bagi yang belum tahu, dataterpusat adalah sebuah map network drive yang menggunakan samba dengan sistem operasi Debian 8. Saya mencoba mencarinya langsung di server. Ternyata ada yang meng-cut dan memindahkannya ke folder lain.

Problem solved. Untuk kedepannya, saya harus menyiapkan tempat sampah di Samba. Saya searching di google dan alhamdulillah ketemu. Ternyata saya harus menginstal dan meng-enable-kan modul VFS di Samba.

Berikut langkah-langkah pengerjaannya :
1. Instal modul vfs dengan perintah : # apt-get install samba-vfs-modules
2. Edit file samba dengan nano : # nano /etc/samba/smb.conf
3. Tambahkan baris-baris berikut di file tersebut diatas, di bagian yang akan diberikan tempat sampah. Kalau disini ya di section Dataterpusat.
    vfs objects = recycle
    recycle:repository = .recycle
    recycle:keeptree = yes
    recycle:versions = yes

4. Simpan file tersebut diatas dan restart service samba dengan perintah :
    # /etc/init.d/smbd restart
    # /etc/init.d/nmbd restart
5. Ok saatnya pengecekan, hapuslah file yang kira-kira tidak diperlukan (contoh : dp.jpg). Hal ini dilakukan untuk membuat folder .recycle didalam folder Dataterpusat.Tenang aja, ini otomatis kok :)
6.  Setelah itu, kita cari file yang terhapus di /home/noviar/noviar/dataterpusat/.recycle. Ternyata di situ ada file dp.jpg
7. Jika kita kemudian berubah pikiran bahwa file tersebut sangat penting maka untuk me-restore-nya, kita tinggal memindah file tersebut dengan perintah : # mv dp.jpg /home/noviar/noviar/dataterpusat/
8. Selamat, file anda sudah kembali ke tempat semula

Daftar Pustaka

  • https://www.samba.org/samba/docs/man/manpages/vfs_recycle.8.html
  • https://unix.stackexchange.com/questions/112063/how-can-i-have-a-trash-recycle-bin-for-my-samba-shares

Saturday, 8 October 2016

Network Manager Applet tidak muncul di KDE Debian 8

Assalamualaikum wr wb


Setelah saya menginstal KDE-standard di Debian 8, icon network manager tidak muncul di pojok kanan bawah desktop. Tetapi anehnya, jaringan tetap bisa konek meskipun dengan kabel LAN dan di desktop environment yang lain (XFCE dan MATE) nm-applet tetap muncul. Koneksi menggunakan wireless tidak bisa :(

Setelah saya berkonsultasi dengan mbah google, ada beberapa saran yang patut untuk di coba. Langkah pertama, pastikan bahwa network-manager sudah jalan yakni dengan perintah :
# /etc/init.d/network-manager status
Ternyata network-manager sudah berjalan. 

Langkah kedua, browsing lagi dan saya menemukan fakta bahwa network-manager terdiri dari 2 bagian, yakni 
  1. daemon yang berjalan sebagai root (network-manager)
  2. front-end (network-manager-gnome dan plasma-nm)
Tiba-tiba ting, yak itu jawabannya. Saya coba mencarinya di synaptic package manager dan ternyata ada. 
Tinggal klik kotak disampingnya kemudian tekan tombol apply, done. Cara lain, kita gunakan perintah berikut :
# apt-get install plasma-nm

Setelah itu kita restart dan eureka, network-manager applet telah muncul di pojok kanan bawah desktop kita :)

Wassalamualaikum wr wb

Thursday, 15 September 2016

Memasang Printer IP2770 di Debian GNU/ Linux Jessie

Assalamualaikum wr wbKali ini saya akan men-sharing tutorial tentang cara menginstal printer Canon IP 2770 di Debian Jessie. Ok, langkah pertama yakni siapkan printernya dan pastikan printer dalam kondisi normal. Setelah itu, kita cari driver Canon IP 2770 yang khusus untuk Debian Jessie. Kata kunci yang saya gunakan untuk mencarinya di Google, "download driver canon ip2770 for debian". Situs web yang saya gunakan adalah http://support-sg.canon-asia.com/contents/SG/EN/0100272002.html. Kemudian unduh dan paket siap diinstal. Sebelum diinstal, ekstrak dahulu dengan Engrampa Archieve Manager (atau program apapun yang anda sukai) dan letakkan di tempat yang anda inginkan. Kalau saya di /home/noviar/Documents. 

 Saya mencoba menginstal via Command Line Interface (CLI). Masuk sebagai root dengan perintah su. Setelah itu masuk ke folder tempat anda menyimpan hasil ekstrak. Kalau saya masuk ke direktori /home/noviar/Documents/cnijfilter-ip2700series-3.30-1-i386-deb.Dengan perintah ls kita bisa melihat isi dari folder tersebut, yakni install.sh; direktori packages dan resources. Kita masuk ke direktori packages. Disitu terdapat 2 file dengan ekstensi deb. Kita coba menginstalnya dengan perintah : dpkg -i *.deb. Ternyata tidak berhasil diinstal di sistem saya karena libtiff4 belum diinstal. Hemmm...

Ok, dengan semangat never give, saya langsung bertanya kepada mbah Google, dimana letak file tersebut. Oleh mbah Google ditunjukkan di : https://packages.debian.org/search?keywords=libtiff4. Saya mencoba mencari yang sesuai dengan Debian 8 Jessie, ternyata tidak ketemu. Akhirnya saya mencoba menggunakan file di : https://packages.debian.org/wheezy/libtiff4, daripada tidak sama sekali hehehe :) File tersebut, setelah diunduh, saya letakkan di folder Downloads. Masuk ke direktori tersebut dan instal dpkg -i libtiff4_3.9.6-11+deb7u1_i386.deb. Dan apa yang terjadi, sodara-sodara? Masih ada file yang belum terinstal, yakni libjpeg8. Saya cari lagi dan alhamdulillah ketemu di https://packages.debian.org/wheezy/libjpeg8. Seperti biasa, saya letakkan di folder Downloads dan saya instal dengan perintah dpkg -i libjpeg8_8d-1+deb7u1_i386.deb. Alhamdulillah berhasil.

Karena libjpeg8 sudah terinstal, sekarang kita coba menginstal libtiff4 dengan perintah dpkg -i libtiff4_3.9.6-11+deb7u1_i386.deb dan hasilnya... berhasil. Sekarang tinggal paket utama, yang di direktori /home/noviar/Documents/cnijfilter-ip2700series-3.30-1-i386-deb/packages. Kita masuk ke direktori tersebut dan menginstal dengan paket-paket tersebut dengan perintah : dpkg -i *.deb. Hasilnya seperti yang kita harapkan, berhasil.Yeiiiyyyyy. Ok langkah terakhir kita tinggal memeriksa apakah printer sudah muncul di Print Settings. Setelah masuk, alhamduillah printer Canon IP 2770 series sudah muncul secara otomatis di Print Settings. Kita coba yuk dengan mencetak print test page. Alhamdulillah, its work.

Saturday, 6 August 2016

Manfaat Samba di Dunia Kerja

Kadang orang berpikir samba adalah jenis tarian dari Brazil. Benar juga sih, tapi yang dimaksud samba disini yang berkaitan dengan komputer, terutama dengan GNU/ Linux.

Sebenarnya saya sudah lama berkenalan dengan samba, namun di tahun 2015 saya jadi lebih intens lagi mengenalnya. Dulu yang saya tahu, samba berfungsi untuk file sharing antara sistem operasi GNU/ Linux dengan Windows. Namun setelah ulik lebih dalam, ternyata fungsinya ya untuk file sharing antar sistem operasi hehehe... :) (ini menurut saya lho ya).

Menurut wikipedia, Samba adalah program yang bersifat open source yang menyediakan layanan berbagi berkas (file service) dan berbagi alat pencetak (print service), resolusi nama NetBIOS, dan pengumuman layanan (NetBIOS service announcement/browsing). Ternyata tidak sesederhana yang saya ketahui hehehe.

Dulu, di tempat saya bekerja, komputer (sebagai server data) dengan sistem operasi Windows 7 Ultimate, mampu menangani pertukaran data dengan jumlah komputer kurang dari 20. Organisasi semakin berkembang, mau tak mau, juga diikuti dengan bertambahnya jumlah komputer. Nah, masalah muncul setelah jumlah komputer lebih dari 20. Ternyata sistem operasi Windows 7 Ultimate tidak bisa melayani jika jumlah user lebih dari 20. What??????

Saya bingung, bagaimana solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Tiba-tiba, eureka, saya mendapatkan ide. Saya akan menggunakan sistem operasi GNU/ Linux yaitu Debian 8 dengan aplikasi utama yakni Samba. Masalah yang kedua adalah hardware, mana ada PC yang nganggur di kantor saya?

Setelah saya cari, alhamdulillah, ketemu PC bekas yang masih jalan. Ok ngga papa, yang penting masih bisa running. Memorinya hanya 1 GB. Setelah mencari kemana-kemana, alhamdulillah ketemu 1 GB lagi, jadi totalnya 2 GB. Untuk harddisk, semula hanya ada satu dengan kapasitas 40 GB. Mosok segitu tok? Saya cari lagi bekasan harddisk, alhamdulillah ketemu 80 GB.

Jadi total kapasitas (calon) server data adalah 120 GB dengan peruntukan 40 GB untuk sistem ( / ) dan 80 GB untuk partisi /home. Doa saya, moga-moga komputer tersebut bisa nyala dan tahan lama. Ok hardware siap, saatnya diuji coba. Saya instal Debian 8 ke komputer tersebut dengan Desktop Environment-nya XFCE. Alasannya, ya supaya lebih ringan aja bro.

Proses instalasi lancar, langsung dilanjut dengan instal aplikasi yang dibutuhkan yakni Samba, ssh server, Clamav dan Rkhunter. Samba, jelaslah, untuk file server. Ssh (secure shell) digunakan untuk me-remote server dari jarak jauh. Lokasi server di lantai 2 sedangkan kantor saya di lantai 3, jika harus jalan kaki bolak-balik, tambah kurus ane gan :)

Untuk keamanan data dari serangan virus dan rootkit, saya gunakan Clamav dan Rkhunter. Clamav sebagai anti virus dan Rkhunter sebagai anti rootkit. Setelah aplikasi-aplikasi tersebut diinstal, langkah selanjutnya yakni menyiapkan folder-folder yang akan menampung data-data karyawan. Folder-folder tersebut ada yang bersifat anonymous dan ada yang bersifat secure.

Folder yang bersifat anonymous digunakan untuk semua karyawan, tanpa kecuali. Sedangkan folder yang bersifat secure digunakan untuk menyimpan data-data yang bersifat rahasia dan tidak semua orang bisa mengaksesnya. Setelah folder-folder siap, langkah selanjutnya yakni membuat map network drive di komputer-komputer yang terhubung dengan server data.

Ok, kita coba, bismillah. Saya coba 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, sampai berbulan-bulan (saya lupa berapa pastinya hehehe :) ), alhamdulillah server data tidak menemui kendala yang berarti. Perawatannya, paling setiap hari harus kita update sistem operasinya (Debian 8), update Clamav-nya dan update Rkhunter-nya.

Setiap hari, setiap pukul 00.00 WIB, Clamav secara otomatis men-scan folder home untuk mencari apakah ada virus yang menyerang server data. Demikian juga dengan Rkhunter, setiap pagi, saya secara manual juga mengecek apakah ada rootkit yang menyerang server data.

O ya sodara-sodara, jangan lupakan backup karena kita tidak pernah tahu kapan kita butuhkan. Yang jelas, setiap hari sabtu, saya sempatkan untuk mem-backup data di server data dengan perintah tar dan saya compress dengan format gz. Usahakan data backup di lokasi selain server ya (yang gede kapasitasnya).

Kesimpulannya, ternyata samba bisa juga dimanfaatkan di dunia kerja ya. Meskipun dengan hardware yang minimal, namun dapat bekerja secara optimal sampai berbulan-bulan. Bahkan kita bisa berhemat anggaran, pembelian sistem operasi Debian 8 Rp 0,00; pembelian flashdisk jadi berkurang karena semua data yang kita butuhkan untuk bekerja ada server data dan semua komputer di kantor terhubung dengannya. Yang penting harus selalu dirawat dan backup, backup, backup karena kita tidak tahu kapan bencana melanda kita. Dengan Samba dan Debian 8, kita bisa membuat server data yang murah, legal dan halal.

Salam GNU/ Linux...

Noviar Bagus Sulistyanto aka Gusnov